Jumat, 25 Maret 2011

Mophologi Kelapa Sawit

 
Morphologi Kelapa Sawit  dan Jenisnya

Kelapa sawit yang berasal dari Afrika termasuk keluarga Palmae dan diklasifikasikan dalam jenis Elaeis guineensis. Sedangkan yang berasal dari benua American, awalnya dikenal sebagai jenis Elaeis melanococca, yang kini lebih dikenal sebagai Corozo oleifera atau Elaeis oleifera.
Kelapa Sawit  (Elaeis guineensis Jacq.)



Indonesia
-      Kelapa sawit
French
-      Palmier à l'huile
Spanish
-      Palma de aceite
Italian
-      Palma da olio
German
-      Oelpalme


Bibit Mekarsari

Kelapa sawit memiliki sistim perakaran serabut,  Batang Tanaman dewasa seperti kolom tunggal tempat pelepah tumbuh berurutan. Di sepanjang Pelepah terdapat banyak lembar lembar daun yang tipis dan bertulang dibagian tengah. Pangkal pelepah pada batang adalah tempat munculnya bakal bunga dan buah yang terlindungi oleh pelepah.



Kelapa sawit memproduksi bunga jantan dan bunga betina di satu pohon dan pada tanaman dewasa, pembungaan hermaphrodite terbentuk pada setiap pangkal pelepah bertahap dan bergantian.   Proporsi bunga betina terhadap proses pembungaan (sex ratio) menghasilkan produktifitas tanaman. Tingginya produktifitas sangat tergantung dari tingginya sex ratio.

Bunga Jantan

Bunga Betina

Bunga jantan  diperlukan untuk disilangkan guna menghasilkan fresh fruit bunch (FFB) yang bernilai komersial. Bunga yang subur akan menjadi buah, 6 bulan kemudian setelah persilangan.

Buah sawit dilapisi jaringan kulit tipis dibagian terluar(exocarp), daging buah (mesocarp) yang mengandung minyak, cangkang keras (endocarp atau shell) and kernel (inti sawit) yakni sumber minyak inti dan makanan ternak.


 


Tiga varietas kelapa sawit yang dikenal dicirikan oleh karakteristik buahnya sebagai berikut :

        Dura,


Bercangkang tebal yang memisahkan daging buah dengan Inti sawit. Biji/kernel cenderung besar dengan berat antara 7% - 20% dari berat buah.

        Tenera,

Bercangkang tipis yang memisahkan daging buah dengan Inti sawit, dan terdapat lapisan fiber di sekeliling bijinya. Ukuran biji/kernel biasanya kecil dengan berat sekitar 3% - 15% dari berat buah. Kandungan minyaknya lebih tinggi dari jenis Dura yaitu antara 24% - 32% dari buah


        Pisifera,
Tidak Bercangkang, dan jarang terdapat bunga betina di pohon jenis ini.  Pisifera tidak ditanam untuk maksud komersial.


Bagian buah selain biji (pericarp) terdiri dari sel minyak yang jumlahnya banyak, dan akan semakin banyak jumlahnya ketika semakin matang. Tiap sel satu sama lain diikat oleh fiber yang kuat ( skeleton ) mengelilingi seluruh pericarp dan saling mengikat.  


Komposisi Ideal dari  Tandan Buah Segar

Berat Tandan
23-27 kg
Buah/Tandan
60-65 %
Minyak/Tandan
21-23 %
Kernel/Tandan
5-7 %
Mesocarp/Tandan
44-46 %
Mesocarp/Buah
71-76 %
Kernel/Buah
21-22%
Shell/Buah
10-11%

 

 

 Pelepah Sawit 

 

Daun kelapa sawit  tersusun majemuk menyirip. Susunan ini menyerupai susunan daun pada tanaman kelapa. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda.Panjang pelepah daun sekitar 7,5–9 m. Jumlah anak daun pada setiap pelepah berkisar antara 250–400 helai. Pertumbuhan dan perkembangan pelepah ( jumlah pelepah yang diproduksi pohon kelapa sawit ) dalam setahun adalah 20 - 30 pelepah pada tanaman usia 3 - 4 tahun, dan menurun ( declines ) sampai 18 pelepah untuk tanaman tua.  

Dengan mempertimbangkan aspek-aspek kondisi lahan, kondisi tanaman, dan usia tanaman rata-rata di kebun, kita perkirakan pertumbuhan dan perkembangan pelepah tanaman kelapa sawit rata-rata 16 - 18 pelepah setahun dalam 1 ( satu ) pohon, atau 1.4 - 1.5 pelepah per bulan dalam satu pohon.


              Secara praktis penentuan umur tanaman dapat dilakukan sebagai berikut :

1. Amati 1 ( satu ) spiral pelepah tanaman, dari pelepah terbawah sampai pucuk (daun sudah membuka opened frond ). Pertumbuhan pelepah dalam 1 tahun sebanyak 16 - 18 pelepah per pohon, atau sama dengan 2 - 2,25 pelepah per spiral. ( karena dalam satu pohon terdapat 8 spiral )

2. Hitung pelepah dari bawah sampai pucuk pada satu spiral yang sama ( baik pangkal    pelepah sisa panen maupun pelepah yang masih utuh berdaun ). Misal diperoleh    angka sejumlah X pelepah.

3. Maka perkiraan umur tanaman = X / 2.25 tahun sampai X / 2 tahun.

Berat daging pelepah sekitar 2,2 kg. Biomasa pelepah sawit sebanyak mencapai 6,3 ton per ha per tahun.

 Kelapa sawit, seperti juga tanaman keras lainnya, hanya memiliki satu titik tumbuh (apex), dimana individu daun muda tumbuh. Letaknya tepat di tengah pusat tajuk dan sangat lunak ketika baru mulai tumbuh (‘cabbage’). Pada individu tanaman dewasa, daun muda yang belum membuka (‘spears’) akan terus tumbuh di titik ini, secara vertikal dengan kecepatan tumbuh  30 to 40 cm per tahun. Pelepah daun ini akan hidup selama 2 tahun, dan selama kurun waktu itu, pelepah dari bentuk vertikal akan secara bertahap tertekan melenting kebawah menjadi horisontal hingga mati dan mengering di pohon. Bersamaan dengan proses pelentingan ke arah horisontal itu, muncul daun baru pada titik tumbuh. Kejadian ini akan terus berulang hingga pohon mati.  Pelepah yang mati akan tetap melekat pada batang sampai waktu tertentu, patah di  pangkal pelepah sebelum akhirnya terlepas dari batang.

 Kandungan Minyak Kelapa Sawit

Komponen utama minyak kelapa sawit terdiri dari palmitic (47–52%), oleic (34–41%), dan asam linoleic (6–9%). Asam lemak lainnya lebih dari 2–5% dari total kandungan asam. Pada minyak kelapa sawit, saturated palmitic acid dan mono-unsaturated oleic acid masing masing sebanyak 40% dari asam lemak yang ada. Crude palm oil (CPO) juga mengandung nutrisi bermanfaat seperti carotenoids (450–820 mg/kg) dan tocopherols (450–850 mg/kg) yang, seringkali berkurang hingga 50 % bahkan hilang sama sekali dalam proses refining. Kandungan asam lemak jenuh (saturated fatty acids) pada minyak inti sawit (palm kernel oil=PKO)  sekitar 85%.

 

 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar