Jumat, 25 Maret 2011

PEMELIHARAAN TANAMAN KELAPA SAWIT

X.  PEMELIHARAAN POHON SETELAH TANAM

Tanya :

10.1.  Kapan Pemupukan dimulai setelah Tanam ?

Jawab :
Lakukan pemupukan beberapa bulan setelah tanam
Saat yang tepat untuk melakukan pemupukan adalah menjelang akhir musim hujan. Rekomendasi dosisi pemupukan  untuk setiap tanaman adalah 250 gram pupuk KCL.

Tebarkan pupuk di sekeliling tanaman dengan jarak persis di ujung terluar tajuk daun.
Setelah pupuk ditabur, sebaiknya tutupi dengan tanah dan bila telah diberi mulch (seperti Tandan kosong), maka mulch disingkirkan dulu sebelum menabur pupuk.

Tanya :

10.2.  Perlakuan Apa yang Harus Dilakukan Setelah Tanam  ?

Jawab :

Pengendalian Gulma

Gulma tumbuh hampir dimana saja dan keberadaannya tidak diinginkan di area perkebunan karena akan bersaing dan berebut unsur hara,  menyumbat saluran drainase yang dapat menyebabkan areal terendam air, menyulitkan evakuasi hasil panen dan pada akhirnya menurunkan produktifitas kebun.

Tujuan utama Pengendalian Gulma adalah menyediakan tempat tumbuh pohon Kelapa Sawit yang bersih agar  tidak bersaing unsur hara dengan tumbuhan liar. 

Tanya :

10.3.  Pekerjaan Apa Saja yang Dilakukan  di masa Tanaman
          Belum Menghasilkan (TBM) ?


Jawab:

i)    Pemeliharaan Piringan

Piringan di kebun sawit harus dijaga agar selalu bersih dari Gulma atau rambatan LCC (Legume Cover Crop) atau Tanaman Penutup Tanah.  Rambatan ini harus ditarik lepas dan keluar dari area piringan  untuk kemudian di semprot dengan Herbisida yang tepat., seperti Basta dan Paracol. Glyphosate dapat juga digunakan dengan extra hati-hati agar tidak membunuh sawit.
Pemeliharaan dengan bahan kimia dilakukan dengan penyemprotan halus di sekeliling pohon sawit dengan radius 1,8 m dari pohon.

Jumlah ulangan yang diperlukan sangat tergantung kondisi setempat, namun umumnya 8 kali sudah cukup.

ii)  Pemeliharaan Gawangan

Pengendalian Gulma secara teratur harus dilakukan pada 24 bulan pertama untuk memastikan bahwa LCC tumbuh dengan subur. Tumbuhnya Gulma ringan seperti Ottochloa nodosa, Paspalum conyugatum, Axonopus compresus,  Cynodon dactylon, Digitaria fuscense dll dapat di toleransi. Sedangkan anak kayu dan gulma lain harus dibasmi.
Gulma yang benar-benar harus di basmi adalah Mikania micrantha. Pembasmian dilakukan dengan penyemprotan Flouroxpyr (Starane).

MUTLAK DIPERHATIKAN AGAR BUTIRAN SEMPROT TIDAK TERKENA LANGSUNG PADA TANAMAN MUDA.

2.4-D-amine tidak boleh digunakan pada tanaman muda sampai umur 48 bulan.

Tanya :
10.4.  Apakah yang disebut Tanaman Inang ?

Jawab :

Tanaman Inang atau Host Plants, yang menjadi tempat populasi hama predator pemakan daun ( seperti Mahasena corbetti, Setora nitens, dll )  jangan diganggu.

Tanya :
10.5.  Apa Tujuan dari Pangkas Pelepah (Pruning)

Jawab :
Sasaran Pruning adalah :

-  Menjaga pelepah sawit sehat dalam jumlah yang memadai dengan memotong kelebihan pelepah, pelepah mati dan pelepah sakit.

-   Menjaga area daun sawit selalu memadai untuk menerima penyinaran, unsur hara dan air agar pertumbuhan negetatif tidak terganggu dan pembentukan buah maksimal.

Daun daun kering harus selalu di Pangkas
Semua daun kering harus dipotong sedekat mungkin dengan pangkal pelepah dengan pisau yang tajam, tanpa merusak tanamannya.
Apabila sudah terdapat bunga jantan, maka bunga ini harus juga dipotong dan dibuang.

XI.  PEMUPUKAN

Tanya :

11.1.  Unsur Hara Utama apa yang diperlukan oleh Tanaman ?

Jawab :

Pohon kelapa sawit memerlukan banyak unsur hara tanaman untuk pertumbuhan daun dan pembentukan tandan buah.
Tanaman muda lebih memerlukan Nitrogen untuk pertumbuhan vegetatifnya, sedangkan pada tanaman yang mulai menghasilkan, akan lebih memerlukan Kalium.
Kalium akan diserap oleh tanaman untuk membuat pembentukan tandan buah menjadi lebih banyak dan membesar sesuai usianya.

Tanya :

11.2.  Apa Tujuan dari Pemupukan ?

Jawab :

-     Memberikan tanaman sawit unsur hara yang memadai sehingga pertumbuhan vegetatif-nya sehat agar memiliki ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit.
-     Pembentukan buah maksimum sehingga pada akhirnya akan memberikan  produktifitas yang tinggi.
-     Pemberian pupuk harus terintegrasi antara pupuk mineral dan pupuk organik

Tanya :

11.3.  Berapa Banyak Pupuk Harus Diberikan ?

Jawab :

Sumber hara umum yang digunakan di kebun kelapa sawit adalah seperti yang terdaftar di bawah ini :




Sumber Hara
Unsur
Kandungan Hara

Hara
Utama
N
P2O5
K2O5
MgO
CaO
B
Cu
S
Cl
Pupuk Tunggal
Urea
N
46








Ammonium Nitrate (AN)

N

35








Sulphate of Ammonia
(SO4)

N,S

21







24

Rock Phosphate (RP)

P,Ca


30



45




Triple Super Phosphate (TSP)

P,Ca,S


46



20




Suple Super Phosphate
(SSP)

K,Cl


18



25



11

Potassium chloride (MOP,KCl)

K,Cl



60






35
Sulphate of potash
(SOP)

K,S



50





17


Kieserite

Mg,S




27




23


Dolomit

Mg,Ca




22

30





Sulphure

S








97


Borate

B






11



Copper Sulphate
(CuSO4 H2O)

Cu







25

13

Pupuk Diamonium phosphate (DRP)
N,P

8

46








Langbeinite

K,Mg,S



22

16





Pupuk Majemuk 12 - 12 - 17 - 2

N,P,K,Mg
12
12

17

2






15 - 15 - 6 - 4

N,P,K,Mg

15

15

6

4






15 - 15 - 15

N,P,K

15

15

15






Limbah Sawit
·    Abu Janjang
K,Mg,Ca



4
40
6

5

 
·    Janjang kosong
N,K
< 1
0,1
1,2
0,1
0,1




·    Pelepah
N,P,K
0,5
0,1
0,8
0,1
0,2




·   Limbah Cair (POME)
N,K,Mg
0,4
0,2
1,3
0,4



















Rekomendasi pupuk N diberikan sebagai berikut  :



Kondisi Tanaman


Dosis ( kg/pokok )
N
Urea Equivalent
2 - 3 tahun sejak tanam
0,25 - 0,75
0,54 - 1,63
5 - 10  tahun sejak tanam
1,0 - 1,5
2,17 - 3,26
Penggantian hara
0,5 - 0,6
1,0 - 1,3
Observasi symptom defisiensi
1,5 - 1,8
3,3 - 3,9




Rekomendasi Pemupukan K diberikan sebagai berikut :



<><><><><> <><><><><><><><><> <><><><><> <><><><><><><><><><><><><> <><><><>


Dosis (Kg/pokok)


K2O
MOP

Hara pengganti
Observasi Symptoms Deficiency

0,7 - 0,9
1,8 - 3,0

1,2 - 1,5
3,0 - 5,0




Rekomendasi Pemupukan Mg diberikan sebagai berikut :



<><><><><> <><><><><><><><><> <><><><><> <><><><><><><><><> <><><><><> <><><><><><><>


Dosis (Kg/pokok)


MgO
Kieserite

Penggantian Hara
Observasi Symptoms Deficiency

0,20 - 0,27
0,54 - 0,81

0,75 - 1,0
2,0 - 3,0




Rekomendasi Pemupukan Cu diberikan sebagai berikut :



<><><><><> <><><><><><><><><> <><><><>


Dosis (Kg/pokok)
CuSO4
Tanah berpasir
Tanah gambut
< 0,1
0,4 - 0,5



Dalam Praktek, Dosis Pemupukan ditetapkan berdasarkan Rekomen-dasi dari hasil ANALISA DAUN.

1 komentar: