Jumat, 25 Maret 2011

BENIH KECAMBAH KELAPA SAWIT


V.  BENIH/KECAMBAH

Tanya :

5.1.  Bagaimana mendapat bibit Kelapa Sawit yang baik ?

Jawab :

Bibit adalah sesuatu yang monumental bagi perkebunan, artinya kesalahan memilih benih hari ini, akan berakibat fatal selama satu siklus tanaman atau merugi selama 30 tahun.
Membeli kecambah dan melaksanakan pembibitan sendiri bukan hal yang mudah bagi PETANI. Tidak bisa  sembarangan membeli, kini pemerintah telah menyediakan sumber benih yang teruji, belilah dari sumber sumber benih seperti ini.
Benih tersebut untuk kemudian tanam pada Baby Polybag dan di susun pada lahan pembibitan yang disebut Pre-Nursery. Lahan pembibitan ini memerlukan lahan yang tidak luas dan bibit muda menjadi mudah untuk di pelihara. Apabila bibit sudah cukup umur atau sepetanir 12 bulan, maka bibit tersebut siap untuk ditanam di lahan kebun yang sudah di bersihkan.
Pembibitan kelapa sawit akan memerlukan biaya yang cukup besar dan memerlukan perhatian khusus dalam perawatannya. Adalah sangat memberatkan, bila anda hanya seorang diri melaksanakan pembibitan ini, dengan bermitra, petani akan memperoleh bibit yang baik.
Pembibitan merupakan proses yang sangat penting, bila bibit merana karena kurang perhatian dalam perawatannya,  maka tanaman sawitnya kelak akan juga kurang jagur.


Untuk menghasilkan bibit yang baik di pembibitan, PETANI perlu melakukan :
·         Pemilihan lokasi pembibitan yang baik dan dipersiapkan dengan seksama.
·         Pemilihan bibit unggul yang bersertifikat
·         Pemeliharaan bibit dengan penuh perhatian, terutama penyiraman yang rutin,
           pembersihan gulma, pemupukan dan perlindungan dari hama dan

Tanya :

5.2.  Kapan waktunya yang tepat untuk membeli kecambah ?

Jawab :

Pemesanan Kecambah

Kecambah harus dipesan sesuai kebutuhan jauh hari dimuka. Booking bisa dilakukan satu tahun dimuka sebelum delivery, namun petani harus memberikan uang muka dan jadwal delivery per bulan sesuai program dilapangan.

Tiga bulan sebelum jadwal pengiriman tiba, petani harus memberi-kan konfirmasi dan membayar lunas (setelah dipotong uang muka) sesuai  jumlah bibit yang akan dikirim oleh sumber benih. Apabila untuk pengiriman selanjutnya tidak ada perubahan jadwal, maka pembayaran pelunasan harus dilakukan oleh petani setiap kali sebelum pengiriman dilakukan oleh sumber benih. Setiap sumber benih memiliki aturan main yang berbeda, namun secara umum perlakuannya hampir serupa.

Sumber Benih

Kecambah yang dipesan harus dari sumber benih yang punya reputasi dan teruji. Jangan pernah membeli kecambah melalui perantara, PETANI harus langsung berhubungan dengan sumber benih dan harus melakukan peninjauan ke lokasi kebun induknya sebelum melakukan pemesanan.

Perusahaan Sumber Benih di Indonesia:

1. Socfindo
2. Sampoerna Agro
3. IOPRI
4. Lonsum
5. Asian Agri
6. PT Smart (Dami Mas)
7. Tania Selatan
8. SEU (Bakrie Tani Nusantara)
9. Bakrie (ASD)
 10. Sasaran Ehsan Mekarsari (SEM)
.
Jumlah Pesanan

Penetapan jumlah pesanan kecambah harus memperhitungkan berbagai kemungkinan kehilangan (abnormal) dan kematian baik selama masa pembibitan dan kematian di lapangan. Angka kehilangan dan kematian yang dijadikan pedoman perhitungan adalah dari proses seleksi di pembibitan (culling rates) sebesar 15 % dan untuk cadangan sisipan (mengganti tanaman yang mati) di lapangan sebesar 10 %. Dengan demikian jumlah pesanan harus selalu dihitung sebagai berikut :

·    Apabila menggunakan pola tanam 9 x 9 m, 
maka dalam 1 hektar diperlukan  143 kecambah.

·    Dengan memperhitungkan angka kehilangan dan kematian diatas, maka jumlah pesanan harus ditambah 25 % dari kebutuhan kecambah per hektarnya atau jumlah pesanan menjadi 170 kecambah per hektar.

Tanya :

5.3.  Bagaimana memeriksa  Kecambah  yang dterima dari Sumber Benih ?

Jawab :

Semua Kecambah harus diperiksa kondisinya pada saat di terima dari suplier. Pertumbuhan kecambah dapat dilihat pada gambar dan Kerusakan kecambah pada umumnya sebagai berikut :

a)   Kecambah sudah tumbuh lanjut (overgrown seeds) – Umumnya tampak setelah 14 hari dari sejak dikecambahkan dan dapat dilihat dari helai daun pada plumule dan banyak rambut akar pada radicle

b)  Kecambah tumbuh lambat (Late germinator) – Dapat terlihat dari kurusnya  Plumule, lambat tumbuh helai daun dan banyak rambut akar.

c)   Kerusakan benih – Secara fisik kerusakan benih bisa terjadi karena pecah atau akar patah

d)   Brown germ – Kecambah dapat terinfeksi oleh brown germ seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Kecambah yang terinfeksi brown germ umumnya berakar kerdil dengan warna coklat diantara plumule dan radicle.






Tanya :

5.4.  Bagaimana tata cara Penanaman Kecambah ?

Jawab :

1. Kecambah yang diterima, harus disimpan ditempat yang teduh dan dingin. Begitu kantong kecambah dibuka, segera harus dijaga kelembabannya dengan semprotan halus  air bersih.

2. Penanaman dilakukan sebagai berikut :
     Kecambah yang sudah disirami air;  oleh petugas yang sama diletakkan di polybag dengan posisi bagian calon akar (Radikula) kebawah dengan cara membuat lubang sedikit dengan jari. Setelah yakin tidak salah, maka kecambah boleh di tutup dengan tanah sambil dengan hati hati menjaga agar bagian calon daun (Plumula) muncul 1 cm dipermukaan tanah.


3. Seleksi kecambah dilakukan sebelum menanam dan kecambah yang buruk dikumpulkan untuk dihitung.

4. Segera lakukan penyiraman setelah kecambah ditanam di polybag. Apabila matahari terlalu terik, perlu dibuat naungan paling tidak untuk selama 6 minggu.

Penyiraman dilakukan tiap hari. Bila curah hujan kurang dari 10 mm per hari, diperlukan instalasi penyiraman dengan sistim yang mampu menyirami secara merata sebanyak 6,5 mm per hari. Tinggi sprinkle lebih kurang 2 m atau bisa juga menggunakan pipa horisontal berlubang halus di dua sisi bagian atasnya.
Penyiraman secara manual dengan tangan bisa dilakukan bila luas pre nursery kurang dari 1 hektar. Waktu penyiraman harus di monitor agar semua kecambah cukup lembab dan tidak ada yang tergenang air atau tanahnya terangkat hingga akarnya terlihat.
Pengendalian Gulma

Jangan pernah menggunakan herbisida di pre-nursery, lakukan secara manual dengan mencabut dan membuang gulma yang ada di dalam polybag dan diluar di sekeliling polybag.

Pengendalian Hama Serangga

Terapkan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) dengan melakukan pengamatan setiap hari dan lakukan tindakan segera sebelum serangan meluas. Hindari seminimal mungkin penggunaan insektisida.

Pengendalian Penyakit Tanaman

Pada kondisi  sangat panas dan kelembaban  tinggi, jamur sering muncul. Pada tahap awal di pre nursery, tindakan untuk menekan jamur adalah dengan mengurangi naungan yang terlalu rapat dan usahakan ada udara yang bisa bergerak bebas dibawah naungan. Penggunaan fungisida untuk pencegahan hanya boleh dilakukan bila umur kecambah telah 25 hari sejak ditanam dan lakukan penyemprotan fungisida dengan interval 15 hari.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar