Jumat, 25 Maret 2011

PERSIAPAN TANAM KELAPA SAWIT

VIII.  PERSIAPAN LAHAN KEBUN

Tanya :
8.1.  Apa gunanya melakukan Pancang Awal ?

Jawab :

Adalah pekerjaan mengukur dan memasang patok jalur perumpukan kayu. Patok jalur perumpukan kayu ini dibuat untuk memudahkan pekerjaan merumpuk kayu ke tempat yang ditentukan.

Patok rumpukan dibuat searah barisan tanaman dengan jarak + 18 m arah utara - selatan. Hal ini bertujuan agar diantara dua baris rumpukan ada dua baris tanaman.

Pekerjaan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :

-      Penentuan posisi jalur perumpukan yang sejajar dengan jalur tanam.
-      Jalur perumpukan kayu dibuat selang dua baris tanaman.
-      Jalur perumpukan kayu berada diantara jalur tanam.
-      Pemasangan pancang awal/patok perumpukan harus dengan tinggi 3 m setiap 25 m dan dicat kuning.

Tanya :

8.2.  Apa tujuan dari Pemotongan kayu besar ?

Jawab :

Pohon yang telah ditumbang dipotong sepanjang masing masing bagian maksimum 2 m dengan menggunakan Chainsaw.

Pemotongan ini bertujuan untuk mempermudah proses perumpukan dan pengangkutan.

Tanya :

8.3.  Apa yang dimaksud dengan Perumpukan kayu ?

Jawab :

-      Perumpukan kayu adalah pekerjaan mendorong dan menimbun kayu yang telah tumbang ke jalur penimbunan. Pekerjaan ini dimaksudkan untuk membuka lahan diantara dua jalur perumpukan yang masih ditutupi kayu dan tunggul yang telah ditumbang.

-      Semua kayu tumbangan dan tunggul diantara jalur tanam harus digusur hingga bersih dan ditimbun dengan bulldozer ke jalur perumpukan.

-      Rumpukan kayu harus disusun sama tingginya.

Note : Hasil pekerjaan adalah lahan tempat penanaman sudah bersih terbuka dan jalur tanam harus bebas kayu dan tunggul.

Tanya :

 8.4.  Untuk apa  dilakukan Pembuatan teras ?

Jawab :

Pembuatan teras adalah tindakan pengawetan tanah secara manual dan mekanis yang dilakukan pada areal dengan bentuk wilayah berombak sampai berbukit dengan kemiringan lereng 15 - 30% yaitu dengan pembuatan teras kontour, teras individu (tapak kuda) dan rorak.

-   Pembuatan teras individu adalah pekerjaan membangun teras tapak kuda secara manual pada areal yang bertopografi berombak dan bergelombang.

-   Teras individu sangat diperlukan untuk tindakan konservasi tanah sekaligus sebagai tempat tanam, yang dibuat dengan diameter 4m dengan posisi miring kearah dinding bukit.

Penentuan cara pengawetan tanah didasarkan atas kemiringan lereng sebagai berikut :

-     Datar-berombak, kemiringan lereng             : < 8%
-     Berombak-bergelombang, kemiringan         : 15%
-     Bergelombang-berbukit, kemiringan lereng : 15-30%
-     Berbukit-bergunung, kemiringan lereng          > 30%.

Tanya :

8.5.  Apa Gunanya Penanaman kacangan penutup tanah ?

Jawab :

-    Kacangan penutup tanah ditanam pada lahan yang sudah terbuka diantara jalur penimbunan kayu.

-    Bahan yang digunakan yaitu jenis benih kacangan dengan daya tumbuh minimal 90%. Antara lain · Peuraria javanica (PJ) · Calopogonium mucunoides (CM) · Centrosema plumeria (CPL) · Calopogonium caerulium (CC) · Centrocema pubescens (CP). Mucuna bracteata (MB).

-    Kacangan ditanam 2-3 baris diantara jalur tanam.

-    Setelah 3 bulan, lahan harus sudah tertutup oleh kacangan dengan tingkat penutupan +/- 75%.

Tanya :

8.6.  Bagaimana Pola Tanam Kelapa Sawit itu ?

Jawab :

Pola Tanam harus berbentuk Segi Tiga Sama Sisi

Bila lahan sudah bersih, pekerjaan pancang titik tanam segera dapat dilaksanakan. Pastikan jumlah pohon per hektar yang akan ditanam, lalu tetapkan jarak tanam dengan memasang pancang pada rencana titik titik tanam.

Ukur dengan hati hati jarak yang sama untuk tiap baris pancang dan juga jarak yang sama antar tanaman. Barisan tanaman harus lurus dan jarak 9 m antar tanaman selalu pada arah Utara – SelatanUntuk memperoleh produktifitas yang tinggi, petani harus menanam pohon sawit dengan kerapatan yang benar. Sebab jarak tanam yang terlalu dekat akan menyebabkan akar tanaman akan saling berebut makanan dan pelepah saling menutupi dari penyinaran matahari. Akibatnya produksi akan rendah.

Tanya :

8.7.  Bagaimana Memancang  sesuai Pola Tanam ?

Jawab :

Gunakan tali rafia; dimulai dari baris pertama, tali ditarik lurus arah Timur – Barat ( T – B ) dan pasang patok setiap 7,8 meter sepanjang tali rafia T – B hingga ke ujung. Lakukan persis sama untuk baris kedua hingga baris paling akhir. Kemudian dari ujung baris pertama T – B, tarik tali rafia tegak lurus arah Utara – Selatan ( U – S ). Pada baris U – S, pasang patok setiap 9 meter hingga ke ujungnya. Baris kedua arah U – S tidak dimulai dari tepi, akan tetapi dimulai dari jarak 4,5 meter dari tepi, namun patok selanjutnya dibuat berjarak 9 meter dan seterusnya hingga ke ujung. Barisan ke tiga dibuat sama dengan barisan ke satu dan barisan ke empat dibuat sama denganbarisan kedua. Selanjutnya di buat patok ganjil genap hingga baris terakhir.
                              
Pada prakteknya, tentu bentuk lahan akan jauh berbeda, namun design ini akan memudahkan pelaksanaannya di lapangan. Oleh sebab itu, disarankan agar setiap petani dapat membuat design tata letak sebelum melakukan pemancangan di lapangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar